Visi Hijau Untuk Sumatera-Aplikasi alat pemodelan InVEST (Integrated Valuation of Ecosystem Services and Tradeoffs)

Di Indonesia, rencana tata ruang kabupaten dan provinsi menentukan tempat penebangan kayu, perluasan perkebunan, pembangunan
infrastruktur dan konservasi harus dilakukan. Pada tahun 2010, sepuluh gubernur dari Sumatera membuat sebuah komitmen seluruh pulau untuk melakukan perencanaan tata ruang berbasis ekosistem, yang mendukung pembangunan berkelanjutan dan konservasi. Enam lembaga pemerintah pusat dan sebuah forum lembaga swadaya masyarakat termasuk WWF mengembangkan visi ekosistem bagi Sumatera sebagai alternatif terhadap rencana tata ruang pemerintah yang ada.
Laporan ini menunjukkan bagaimana analisis spasial dan ekonomi jasa ekosistem dan habitat satwa liar dapat mendukung proses
perencanaan tata ruang di Sumatera bagian tengah. Dengan mengkaji manfaat dari alam tempat masyarakat Sumatera mengelola dan bergantung, kita dapat mengidentifikasi seluruh biaya dan manfaat dari rute pembangunan masa depan alternatif. Hasil kajian kami
ditarik dari perbandingan bentang alam Sumatera pada tahun 2008
dengan Rencana Pemerintah dan Visi Sumatera untuk 18 kabupaten
dan enam daerah aliran sungai utama di Sumatera bagian tengah.
Daerah penelitian termasuk bagian- bagian dari tiga provinsi – Riau,
Sumatra Barat, dan Jambi – serta daerah prioritas RIMBA, salah satu
wilayah berhutan tersisa yang terakhir di Sumatera bagian tengah
(Gambar i). Rekomendasi kami berfokus pada lima tindakan prioritas
yang teridentifikasi oleh pemerintah Indonesia untuk melaksanakan
dan mendanai perencanaan tata ruang berbasis ekosistem di Sumatera:
restorasi hutan, pembayaran karbon hutan, pembayaran dan program
untuk jasa daerah alian sungai (DAS), praktek pengelolaan terbaik untuk
kehutanan, dan praktek pengelolaan terbaik untuk perkebunan.

Dalam setiap bab dari lima bab laporan, pembaca akan menemukan
metode transparan dan komprehensif untuk mencapai kesimpulankesimpulan
ilmiah dan kebijakan untuk setiap jasa ekosistem yang kami
kaji dengan alat pemodelan InVEST (Integrated Valuation of Ecosystem
Services and Tradeoffs = Penilaian Terpadu Pelayanan Ekosistem dan
Penukaran): manfaat iklim dari penyimpanan dan penyerapan karbon;
jasa DAS, termasuk pengendalian erosi, hasil air, dan pencemaran hara
yang terhindarkan; kualitas habitat bagi keanekaragaman hayati, serta
penukaran-penukaran dan sinergi di antara jasa ganda dan kegiatan
ekonomi. Ada juga saran untuk analisis lebih lanjut dan rekomendasi,
baik dengan mereplikasi pendekatan kami untuk kabupaten-kabupaten
lain, atau dengan mengintegrasikan informasi dan metode baru.

Berikut link untuk unduh dokumen “Visi Hijau Untuk Sumatera” secara lengkap :

  Laporan Lengkap InVEST (A Green Vision for Sumatra)- (Indonesia) (54.9 MiB, 8,486 hits)

  Laporan InVEST (A Green Vision for Sumatra)-Summary (Indonesia) (6.4 MiB, 2,017 hits)

  Laporan Lengkap InVEST (A Green Vision for Sumatra)- (Inggris) (51.9 MiB, 2,349 hits)

Dikontribusi oleh : Nirmal Bhagabati, Thomas Barano, Marc Conte, Driss Ennaanay, Oki Hadian, Emily McKenzie, Nasser Olwero, Amy Rosenthal, Suparmoko, Aurelie Shapiro, Heather Tallis, and Stacie Wolny ——- The Natural Capital Project