TN Laut Bunaken

© WWF-Indonesia

Taman Nasional Laut Bunaken terletak di dekat pusat Coral Triangle. Terumbu karang di Sulawesi Utara merupakan salah satu kawasan konservasi yang penting di dunia.

Taman Nasional Bunaken meliputi 85.065 hektar lahan, yang mencakup 5 pulau (Bunaken, Manado Tua, Siladen, Mantehage, Nain) dan daratan Sulawesi bagian utara (Bagian Selatan dan Utara). Kawasan ini terbentangan di empat wilayah kabupaten (Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Selatan dan Manado), 31 desa, dan dihuni oleh 45.000 penduduk.

Bunaken ini memiliki keanekaragaman hayati laut yang sangat tinggi. Terdapat sekitar 14 jenis cetacea, 2000 jenis ikan, 390 karang keras (63 genus dan 15 family), Tarsius spektrum, dan juga Raja Laut (Coelacanth – Latimeria menadoensis). Kekayaan keanekaragaman hayati Bunaken telah mendorong Pemerintah Indonesia untuk menetapkan Bunaken sebagai Taman Nasional Laut pada tahun 1991. Taman Nasional ini berada di bawah otoritas Balai Taman Nasional Bunaken yang merupakan bagian dari Departemen Kehutanan.

Saat ini Bunaken berkembang menjadi kawasan pariwisata laut yang memberikan perhatian tinggi terhadap aspek lingkungan. Di kawasan ini berdiri lebih dari 30 dive operator, yang menyediakan paket perjalanan darat dan laut. Selain itu tersedia juga paket akomodasi mulai dari hotel bintang 5 sampai dengan cottage backpacker. Dengan semua dukungan dan fasilitas yang ada Bunaken bercita-cita untuk mencapai target ambisius yaitu mengundang 50.000 asing tamu per tahun dengan akses penerbangan langsung internasional.

Ancaman

Meskipun berstatus taman nasional dan mempunyai dana yang cukup besar untuk pengelolaan, taman nasional secara perlahan mengalami penurunan kualitas karena sejumlah ancaman kerusakan. Antara lain :

  • Penambangan Karang
  • Perikanan merusak menggunakan bom dan sianida
  • Limbah yang tidak dikelola dengan baik
  • Kerusakan karang yang disebabkan oleh penyelam
  • Kerusakan karang karena jangkar kapal/perahu
  • Kerusakan padang lamun karena gangguan baling-baling kapal dan kapal yang melaju cepat di terumbu karang dangkal
  • Pencemaran limbah padat
  • Pencemaran dari limbah rumah tangga yang mengakibatkan eutrofikasi
  • Masuknya sedimen dari darat karena pembangunan di darat
  • Meningkatnya tekanan terhadap perikanan untuk memasok konsumsi bagi wisatawan

Kegiatan WWF

Setelah bekerjasama dengan Balai Taman Nasional Bunaken beberapa tahun telah berhasil meminimalkan kegiatan penangkapan ikan dengan cara merusak sampai dengan 85%. Saat ini WWF Indonesia Program Bunaken berkonsentrasi pada program :

  • Mendukung terbentuknya manajemen kolaboratif untuk meningkatkan pengelolaan yang lebih baik
  • Mendukung Otoritas Balai Taman Nasional untuk meninjau kembali Rencana Pengelolaan Bunaken untuk 25 tahun ke depan.
  • Meningkatkan kesadaran masyarakat melalui pertemuan intensif dan informal di tingkat desa

© WWF-Indonesia

Sumber :

Centre of Excellence in the World

BUNAKEN, north Sulawesi

WWF Indonesia Marine Program

Dikontribusi oleh : Christian Novia N.H.