Sistem Pemantauan Penutupan Lahan Pulau dan Wilayah : Pemanfaatan Teknologi Penginderaan Jauh – MODIS

Dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan tata ruang yang berkelanjutan sesuai dengan Undang-undang No. 26 tahun 2007 diperlukan suatu langkah untuk menghindari kehilangan hutan yang terus terjadi dengan diawali kegiatan pemantauan di kawasan hutan maupun di luar kawasan hutan.
Teknologi satelit dipilih untuk kegiatan pemantauan penutupan lahan dikarenakan kegiatan ini memerlukan data dan informasi hutan secara berkala, luas dan cepat . Satelit MODIS (Moderate Resolution imaging spectroradiometer) merupakan salah satu teknologi penginderaan jauh yang tepat dalam kegiatan pemantauan kondisi penutupan lahan atau kondisi hutan untuk skala pulau.
Pemantauan tutupan lahan/hutan dapat dinilai melalui data time series spasial pada berbagai tahun. Dalam kegiatan ini, data time series yang digunakan adalah data komposit 16 harian dari citra satelit MODIS Terra/Aqua Vegetation Indices (MOD13Q1/MYD13Q1) level 2 dari USGS NASA dari tahun 2008 hingga 2012 untuk memantau penutupan lahan di Pulau Sumatera, Kalimantan, Papua dan Kepulauan Nusa Tenggara.
Tahap pengolahan data yang digunakan adalah pembuatan data set (Stacking), pemilihan data (Masking), penggabungan data (Mosaic), penajaman citra, klasifikasi citra, dan kemudian harmonisasi/normalisasi hasil klasifikasi.
Tabel 1. Luasan Penutupan Lahan Pulau Sumatera tahun 2008 – 2012
Berdasarkan analisis penutupan lahan dari tahun 2008 hingga 2012 pada Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan, Pulau Nusa Tenggara dan Papua terjadi penurunan luas tutupan lahan terutama pada hutan lahan kering dan hutan lahan basah. Di Pulau Sumatera, terjadi pengurangan luasan penutupan lahan dengan perubahan rata-rata untuk hutan lahan kering sebesar 5.85%, hutan lahan basah sebesar 1.23%, di Pulau Kalimantan terjadi pengurangan luasan rata-rata penutupan lahan pada hutan lahan kering sebesar 1.57% dan hutan lahan basah sebesar 1.48%, di Pulau Nusa terjadi penurunan luasan hutan lahan kering sebesar 4.48% dan hutan lahan basah sebesar 0.18% dan di Pulau Papua terjadi penurunan luasan hutan lahan kering sebesar 1.13% dan hutan lahan basah sebesar 0.18%.

Data citra satelit MODIS Terra/Aqua dapat digunakan untuk kegiatan pemantauan penutupan lahan dalam skala pulau maupun provinsi. penggunaan data MODIS dengan resolusi temporal 8 hari dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas hasil analisis.

Adapun laporan hasil kegiatan pemantauan penutupan lahan tingkat pulau :

  Sistem Pemantauan MODIS Penataan Ruang Pulau dan Wilayah (3.4 MiB, 45,797 hits)

Dikontribusi oleh : Ida Bagus Wedastra dan Ernawati Apriani