Pemetaan, Pengukuran dan Perhitungan Karbon di Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Dharmasraya dan Kabupaten Tebo

Indonesia berkomitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 26 persen pada tahun 2020 dalam upaya mencegah perubahan iklim. Salah satu penyebab perubahan iklim dari sisi lingkungan adalah pembukaan hutan yang menyebabkan deforestasi dan degradasi hutan. Untuk sektor berbasis lahan, khususnya hutan pada umumnya GRK yang menjadi fokus adalah karbon.

Kajian ini bertujuan untuk mengukur, mengidentifikasi dan memetakan stok karbon dan distribusi dalam lansekap tiga kabupaten prioritas di dalam koridor RIMBA (Riau, Jambi, Sumatera Barat); analisis kajian penilaian jasa ekosistem alam untuk prediksi status stok karbon berdasarkan penggunaan lahan yang ada atau yang akan direncanakan; menyediakan informasi /data stok dan distribusi karbon bagi kabupaten prioritas untuk mendukung perencanaan pembangunan yang berkelanjutan berbasis rendah karbon.

Kegiatan pemetaan, pengukuran dan perhitungan karbon ini diawali dengan pelatihan yang dilakukan pada tanggal 26 – 30 Agustus 2013 di Hotel Sakato Jaya – Kabupaten Dharmasraya dan dihadiri oleh 28 peserta perwakilan dari pemerintah provinsi (Riau, Jambi, Sumatera Barat) dan kabupaten (Kuantan Singingi, Tebo, Dharmasraya).

Metode untuk menginventarisasi karbon pada tiga kabupaten tersebut adalah dengan kajian penginderaan jauh, analisa GIS dan pengukuran plot sampel di lapangan. Data penginderaan jauh yang digunakan adalah Landsat 8 OLI dengan resolusi spasial menengah yaitu 30 meter dan dapat diunduh secara gratis melalui website United States Geological Survey (USGS).

Hasil kajian perubahan penutupan/penggunaan lahan dari tahun 2008 hingga tahun 2013 menunjukkan bahwa penutupan lahan di Kabupaten Kuantan Singingi didominasi oleh Akasia, hutan lahan kering dan perkebunan sawit.

Di Kabupaten Dharmasraya penutupan lahan didominasi oleh hutan lahan kering, kebun campur, perkebunan karet dan perkebunan sawit. Terjadi peningkatan luasan perkebunan sawit mendekati 50% dari luas wilayah kabupaten.

Kondisi penutupan/penggunaan lahan pada tahun 2013 di Kabupaten Tebo mengalami fenomena yang cukup menarik dimana terjadi perubahan arah ekonomi dari perkebunan karet menjadi perkebunan sawit.

Cadangan karbon pada tahun 2008, berdasarkan penutupan/penggunaan lahan diperoleh Total karbon (C) (TonHa) terbesar pada penutupan lahan Hutan Lahan kering sebesar 78.04 juta ton karbon, Perkebunan Karet sebesar 28.71 juta ton karbon dan perkebunan sawit sebesar 24.59 juta ton karbon.

Hasil pengukuran plot sampel menunjukkan bahea pada tingkat kabupaten, Kabupaten Dharmasraya memiliki cadangan karbon yang terendah sebesar 112.21 dan tertinggi berada pada Kabupaten Kuantan Singingi. Secara keseluruhan pada bentang lahan 3 kabupaten di rimba memiliki cadangan karbon sebesar 153.77 Ton/Ha dalam ukuran plot 60 m x 60 m.

Silahkan download dokumen berikut untuk mendapatkan analisis secara lengkap :

  Laporan awal pemetaan, pengukuran dan perhitungan karbon di tiga kabupaten prioritas RIMBA (7.2 MiB, 8,744 hits)