Pemetaan Partisipatif Petuanan Kataloka

© WWF Indonesia

WWF Indonesia mulai masuk di Negeri Kataloka sejak tahun 2011, ditandai dengan adanya kesepakatan melakukan konservasi laut. Wilayah konservasi laut berada di Pulau Koon, yang secara administratif Negeri masuk dusun Grogos dan secara kepemilikan Negeri adat merupakan bagian wilayah Negeri Kataloka.

Perairan Pulau Koon memang istimewa, karena terumbu karangnya beraneka ragam. Habitat yang optimal ini menjadikan sering ada segerombolan ikan dalam jumlah yang sangat banyak berkumpul untuk melakukan pemijahan, membentuk parade yang sangat fantastik. Studi WWF Indonesia menunjukkan kawasan perairan Koon merupakan salah satu habitat penting dan terbesar untuk pemijahan ikan karang bernilai ekonomi tinggi di Indonesia bagian timur. Kondisi ini menjadikan Habitat perairan di Pulau Koon perlu dilestarikan.

Pada Oktober 2014 telah diadakan kegiatan Pemetaan Partisipatif Petuanan Kataloka di Pulau Gorom, Koon dan Grogos. Pemetaan partisipatif adalah sebuah proses pengambilan data dan informasi yang melibatkan partisipasi aktif warga sebagai pemberi informasi dan dalam tahap lebih lanjut menjadi perencana atas perencanaan wilayah ruang tinggalnya. Output dari kegiatan ini adalah peta kawasan, kalender kegiatan aktivitas warga dan catatan (baik tertulis maupun audio visual).

Peta kawasan berfungsi sebagai media yang memberikan posisi serta hubungan abtara berbagai kondisi fisik serta fenomena yang terjadi di ruang warga. Dengan menempatkan warga sebagai pemberi informasi utama diharapkan diperoleh banyak informasi spesifik atau khas wilayah tersebut yang mungkin luput dari pengamatan pihak luar.

Kalender kegiatan aktivitas warga diharapkan memberikan informasi detil mengenai siklus dan pola kegiatan yang ada di wilayah tersebut, sehingga kegiatan atau aktivitas baru yang direncanakan di masa depan dapat dirumuskan dengan tepat untuk menghindari atau meminimalisir dampak negative yang mungkin ditimbulkan.

Pulau Grogos adalah satu-satunya pulau berpenghuni di kepulauan Koon – Grogos – Nukus dikarenakan hanya di pulau ini terdapat sumber air tawar. Pada saat pasang surut, kadangkala penduduk Pulau Grogos dapat berjalan kaki ke Pulau Koon, dikarenakan hamparan pasir dan terumbu karang diantara kedua pulau yang muncul akibat turunnya permukaan laut.
Di puncak bukit di bagian tengah Pulau Gorom Wilayah Petuanan Kataloka, terdapat sebuah tempat sakral berupa pelataran batu yang dipakai sebagai tempat pentahbisan Raja Kataloka.

Pesisir pantai utara Pulau Gorom (wilayah rumeon, aroa, dada dan sikarul) memiliki karakteristik wilayah yang lebih kering dibandingkan wilayah lainnya, sumber air bersih diperoleh melalui beberapa sumber air selatan wilayah tersebut (dekat wilayah namalean atau rumata/rumbawa). Sumber air bersih berupa sumur yang ada di wilayah ini seringkali kering pada musim kemarau, atau airnya menjadi agak payau/bercampur air laut. Pesisir barat Pulau Gorom dipenuhi oleh aliran sungai kecil dan sumur air tawar yang tidak kering meskipun di musim kemarau.

Penduduk wilayah Adar dan Adar Kataloka diliputi kekhawatiran akan adanya banjir bandang dari arah bukit dan sungai yang mengalir melalui wilayah permukiman. Bencana banjir bandag ini menurut warga disebabkan oleh kerusakan lingkungan dan juga minimnya pembangunan infrastruktur berupa tanggul penahan banjir.

Laporan kegiatan pemetaan partisipatif secara lengkap, dapat didownload melalui link berikut :