Pelatihan dan Pengenal GIS dan GPS untuk mendukung Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan

© WWF-Indonesia

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 12 – 14 Juni 2012, bertempat di Aula Manggala Agni DAOPS Semitau TN Danau Sentarum.Bagi staff Manggala Agni DAOPS Selimbau TN Danau Sentarum.

Tujuan dari kegiatan tersebut adalah penyegaran kembali kepada staf DAOPS Semitau mengenai Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan di Wilayah TN Danau Sentarum serta Pengenalan dan Pelatihan Sistem Informasi Geografis (GIS/Geographic INformastion System)  dan Alat Penentu Posisi Global (GPS/Global Positioning System). Kegiatan ini dihadir oleh seluruh staff DAOPS dan Seksi Semitau TN Danau Sentarum.

Acara dibagi ke dalam 3 sesi, yaitu hari 1, membahas mengenai pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan, hari ke 2 tentang pengenala sistem informasi geographis dan GPS; dan hari ke 3 praktek penggunaan GPS untuk mengidentifikasi lokasi dan luasan area kebakaran hutan.

Para peserta pelatihan tetap bersemangat dalam mengikuti Pelatihan tersebut, walaupun dilakukan pada hari libur kerja, menurut mereka dengan Pelatihan ini menambah pengetahuan serta membantu mempermudah dalam pekerjaan di lapangan. Banyak informasi baru yang diperoleh terutama pengetahuan mengenai Sistem Informasi Geografis (GIS) dan Global Positioning System (GPS), dengan adanya teknologi ini harapan mereka adalah adanya management pengelolaan dan pelaksanaan teknis pencegahan dan Penanggulangan kebakaran hutan.

Pelatihan GIS memberikan pemahaman terhadap informasi spasial yang dapat dianalisis pada peringkat computer sehingga dapat memberikan informasi lokasi kebakaran hutan bagi masyarakat luas. Perangkat lunak yang diperkenalkan pada Pelatihan ini adalah penggunaan software ARCGIS 9.x. Materi yang diberikan meliputi bagaimana membuat feature baru (berbentuk : Titik/ Point, Garis/line dan area/Polygon), feature tersebut dapat diaplikasikan untuk menggambarkan kondisi dilapangan, misalkan feature titik merupakan posisi lokasi titik awal api, garis dapat merupakan track perjalanan anggota menuju titik api dan area dapat merupakan luasan dari areal yang terbakar. Sehingga dengan GIS dapat memberikan informasi mengenai lokasi titik api, track pemadaman api serta luasan areal yang terbakar. Dengan GIS ini maka management penanggulagan kebakaran lahan menjadi lebih terkoordinasi dan dapat menghemat waktu serta biaya.

Sedangkan Pelatihan dan pengenalan alat penentu posisi (GPS) merupakan suatu alat navigasi yang memberikan informasi posisi pada penggunanya, dengan adanya GPS ini staff DAOPS dan Seksi Semitau TN Danau Sentarum dapat mengetahui posisinya, yaitu dimana lokasi desa terdekat, dimana sumber air terdekat, serta penutupan lahan dimana si pengguna berada (informasi desa, sumber air dan penutupan lahan sebelumnya sudah dimasukkan kedalam GPS). Dengan adanya informasi tersebut, penanggulangan kebakaran menjadi lebih effisien.

Banyak pertanyaan yg diajukkan mengenai penggunaan GPS ini, beberapa staff sudah ada yang mengenal GPS, sehingga pernah mengalami kesulitan dalam penggunaannya sehingga pada kesempatan ini kesulitan tersebut dipertanyakan. Dengan memberikan pengarahan penggunaan GPS yang benar, maka para peserta dapat lebih memahami penggunaan alat tersebut.

Peserta juga melakukan praktek lapangan penggunaan GPS, krn keterbatasan ketersedian alat maka peserta dibagi menjadi 1 alat terdiri dari 4-5 peserta, sehingga setiap peserta dapat melakukan dan memahami penggunaan GPS. Peserta diberikan cara-cara menggunakan GPS Mulai dari pensettingan awal GPS hingga pengambilan informasi titik koordinat dilapangan. Tahap awal praktek dilakukan dengan melalukan perjalanan mengelilingi kantor DAOPS dengan luas area sekitar 1.3 Ha. Setelah pengambilan data tersebut, peserta diberikan teknik untuk memasukkan nya kedalam perangkat lunak GIS (ArcGIS 9.x) sehingga dapat di tampilkan kedalam computer dan dianalisis sehingga dapat diketahui mengenai lokasi dan luas areal kantor DAOPS yang diperumpamakan sebagai lokasi bekas kebakaran lahan.

Dokumentasi Kegiatan :

© WWF-Indonesia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dikontribusi oleh : Ida Bagus Ketut Wedastra, Dedi Hariri, dan Tim Site Kapuas Hulu-Kalbar