Bimbingan Teknis KLHS dalam Penyusunan Perencanaan Pembangunan di Koridor RIMBA

Dengan ditetapkannya Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup sebagai salah satu kebijakan penting dalam pengharusutamaan pembangunan berkelanjutan serta pembangunan berwawasan lingkungan dalam perencanaan pembangunan, maka penyelenggaraan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), dimana KLHS sebagai salah satu instrumen penerapan prinsip-prinsip Pembangunan Berkelanjutan telah menjadi kewajiban dalam perencanaan pembangunan daerah (Pasal 15 UU 32/2009).  Continue reading

Identifikasi Potensi Jasa Ekosistem di 3 Kabupaten dalam Koridor Rimba

Bendungan Batanghari di Dharmasraya – © WWF-Indonesia/Oki Hadian

Sebagai kelanjutan dari kegiatan pemetaan tutupan lahan di 3 kabupaten perbatasan antara Provinsi Riau, Sumatera Barat, dan Jambi yang pada 12 – 23 Februari lalu sudah mensurvey kabupaten Kuantan Singingi untuk groundtruthing, pada 4 – 20 Juni dilakukan kegiatan lanjutan berupa groundtruthing yang berlokasi di kapbupaten Dharmasraya dan kabupaten Tebo. Continue reading

Visi Hijau Untuk Sumatera-Aplikasi alat pemodelan InVEST (Integrated Valuation of Ecosystem Services and Tradeoffs)

Di Indonesia, rencana tata ruang kabupaten dan provinsi menentukan tempat penebangan kayu, perluasan perkebunan, pembangunan
infrastruktur dan konservasi harus dilakukan. Pada tahun 2010, sepuluh gubernur dari Sumatera membuat sebuah komitmen seluruh pulau untuk melakukan perencanaan tata ruang berbasis ekosistem, yang mendukung pembangunan berkelanjutan dan konservasi. Enam lembaga pemerintah pusat dan sebuah forum lembaga swadaya masyarakat termasuk WWF mengembangkan visi ekosistem bagi Sumatera sebagai alternatif terhadap rencana tata ruang pemerintah yang ada.
Laporan ini menunjukkan bagaimana analisis spasial dan ekonomi jasa ekosistem dan habitat satwa liar dapat mendukung proses
perencanaan tata ruang di Sumatera bagian tengah. Dengan mengkaji manfaat dari alam tempat masyarakat Sumatera mengelola dan bergantung, kita dapat mengidentifikasi seluruh biaya dan manfaat dari rute pembangunan masa depan alternatif. Continue reading

Lokakarya Optimalisasi Pemanfaatan Sistem Informasi Geografi Dalam Perencanaan Ruang Konservasi

(Bogor/3-5 Juli 2012/Workshop CSP-WG_WWF-Indonesia/Puteri Tiara Maulida)

© WWF-Indonesia

Kegiatan Lokakarya Optimalisasi Pemanfaatan Sistem Informasi Geografi Dalam Perencanaan Ruang Konservasi, kemudian bisa disebut pula dengan Workshop CSP-WG_WWF-Indonesia.

Latar Belakang Kegiatan

Sejak pertengahan tahun 90an, WWF-Indonesia telah menggunakan Sistem Informasi Geografis untuk mendukung kerja-kerja konservasi khususnya yang terkait dengan tata ruang. Pemanfaatan terhadap teknologi ini terus ditingkatkan hal ini seiring dengan penerapan strategi Sustainable Landuse pada Rencana Strategis 2009 – 2013.

Hingga saat ini hampir setiap kantor WWF-Indonesia memiliki officer yang bekerja secara khusus untuk menangani Sistem Informasi Geografis. Investasi telah ditanamkan begitu besar baik berupa pembelian data, perangkat keras hingga perangkat lunak. Namun demikian keamanan data dan informasi geospasial masih terasa lemah dan akses terhadap pemanfaatan sumber daya ini masih belum maksimal dalam konteks perencanaan dan pemantauan kegiatan yang lebih luas.

Continue reading