Lokakarya Pelaksanaan 5 Koridor Sumatera

Seiring dengan disahkannya Peraturan Presiden no 13 Tahun 2012 tentang Rencana Penataan Ruang Pulau Sumatera, sudah semakin jelas arah kebijakan dari rencana pemanfaatan lahan-lahan yang ada di Pulau Sumatera. Meskipun rencana ini masih bersifat makro dan indikatif karena masih dalam tingkat pulau, tetapi hal ini perlu diapresiasi sebagai kemajuan yang baik dalam rencana penataan ruang khususnya di Pulau Sumatera.

Laporan Pencapaian ForTRUST selama 4 tahun terakhir oleh Sekjen ForTRUST Chaerul Saleh – ©WWF Indonesia/Oki Hadian

Pada 3 Oktober 2012 bertempat di Hotel Bidakara Jakarta, dilaksanakan Lokakarya Pelaksanaan 5 Koridor Sumatera. Kegiatan ini didorong oleh Kementerian Pekerjaan Umum yang didukung juga oleh Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Lingkungan Hidup, dan Bappenas. Dengan terbangunnya komunikasi yang baik antara pihak-pihak yang peduli terhadap tata ruang dengan pihak pengambil keputusan diharapakan dapat menghasilkan kualitas penataan ruang yang optimal mulai dari proses pengawalan implementasi hingga evaluasinya.

Suasana diskusi salah satu kelompok pembahasan koridor – ©WWF Indonesia/Chaerul saleh

Selain diskusi membahas koridor, sebelumnya para pakar baik dari kalangan praktisi dan akademisi mempresentasikan kondisi terkini dari pulau Sumatera, mulai dari Penataan Ruang Pulau Sumatera, Pemetaan Kawasan Penting Kehati di Sumatera, hingga Spesies Payung yang terdiri dari Orangutan, Harimau, Gajah, dan Badak. Semua presentasi memberikan gambaran yang jelas tentang kondisi pulau sumatera saat ini.Dengan dibuka oleh Direktur Penataan Ruang Nasional Kementerian PU, Bpk. Iman Sudrajat dengan didampingi oleh Kasubdit Konservasi dan Rehabilitasi Ditjen Bangda Kemendagri, Ibu Dyah Indrajati dan Senior Advisor WWF Indonesia, Bpk. Hadi Alikodra, kegiatan ini berlansung 1 hari penuh dimulai dari pagi hingga pukul 20.00 malam WIB.

Mandat untuk mengembangkan 5 koridor ekosistem di Pulau sumatera merupakan tema utama dalam kegiatan Lokakarya ini. Dengan dihadiri oleh ForTRUST yang merupakan wadah berkumpulnya pihak-pihak yang peduli terhadap tata ruang pulau sumatera yang terdiri dari berbagai NGO, universitas, maupun stakeholder lain, kegiatan ini mencoba untuk memberi masukan dari berbagai aspek tentang pengembangan koridor ekosistem yang dimaksud.

Beberapa aspek penting terkait koridor ekosistem yang menurut ForTRUST penting untuk dipertimbangkan adalah :

  1. Aspek Tata Kelola Koridor, yang bertujuan untuk identifikasi peran dan tugas masing-masing lembaga dalam pengelolaan koridor, serta membangun kelembagaan dan mekanisme dari pengelolaan tersebut. Hal ini penting karena koridor ini jelas akan berupa area lintas administrasi, lintas sector, serta lintas pendanaan)
  2. Aspek Desain Koridor, yang bertujuan untuk memberi usulan bentuk ‘konkrit’ desain koridor dengan berdasarkan ketetapan dan definisi koridor ekosistem yang ada di PerPres No. 13 Tahun 2012 itu sendiri. ForTRUST memiliki beberapa data yang bisa dijadikan acuan awal dalam desain koridor tersebut yaitu data sebaran spesies kunci di Sumatera yaitu Harimaau, Gajah, Badak, dan Orangutan. Dengan integrasi bersama data-data dari stakeholder lain, desain koridor yang diusulkan bisa lebih baik.
  3. Tahapan integrasi ke dalam Rencana Tata Ruang Provinsi dan Kabupaten/Kota serta aspek Insentif dan Disinsentif. Adopsi koridor ini jelas berpotensi mendapat hambatan dari Rencana Tata Ruang yang sudah ada terutama dari segi regulasi. Kemudian juga identifikasi potensi ekonomi dari jasa lingkungan yang bisa dikembangkan di dalam koridor sebagai upaya untuk mempertahankan kelestarian lingkungan tanpa menghambat peluang masyarkat untuk meningkatkan perekonomiannya
  4. Aspek system monitoring dan evaluasi. Bertujuan agar implementasi dari apa yang sudah direncanakan betul-betul ditaati sesuai dengan arahan pengelolaan 5 koridor, dan menilai efektivitasnya untuk konservasi dan ekonomi

4 Aspek tersebut dibahas oleh anggota ForTRUST dalam 4 kelompok yang berbeda. Hasil lengkap kegiatan dapat di unduh di:

  Laporan Pelaksanaan 5 Koridor Sumatera (1.1 MiB, 14,126 hits)

Foto bersama sebagian peserta ForTRUST – © WWF Indonesia/Chaerul Saleh

Berikut link untuk download bahan presentasi dari kegiatan ini :

  Pelaksanaan Program Rimba - Ditjen Bangda Kemendagri (3.2 MiB, 2,169 hits)

  Tantangan Implementasi Perpres no.13 tahun 2012 (2.4 MiB, 1,502 hits)

  Sumatera Risk Map (2.0 MiB, 732 hits)

  Konservasi Gajah Indonesia - Harapan di Tangan Kita (2.3 MiB, 1,196 hits)

  Konservasi Harimau Sumatera - Status dan Tantangannya (2.6 MiB, 4,789 hits)

  Manfaat Konservasi Badak Sumatera - Biodiversuty & Landscape (1.2 MiB, 1,375 hits)

  Sebaran Orangutan Sumatera (5.4 MiB, 727 hits)

  Hutan Alam Sumatera dan Keanekaragaman Flora (6.1 MiB, 10,662 hits)

  Keanekaragaman Hayati dan Koridor Ekosistem Penting di Sumatera (3.7 MiB, 8,276 hits)