Kegiatan Pengukuran Stock Carbon di Kabupaten Merauke tahun 2011

Deforestasi dan Degradasi hutan di Indonesia telah mengakibatkan besarnya sumbangan emisi pada dunia, oleh karena itu pendekatan mitigasi dengan mengamankan hutan yang ada adalah melalui REDD (Reduction of Emission from Deforestation and Degradation), yaitu penyelamatan hutan tersisa untuk mengurangi tingkat emisi Indonesia. REDD bertujuan untuk menyelamatkan hutan yang ada atau tersisa dengan mencegahnya dari kerusakan dan kehilangan.

Menyadari akan permasalahan tersebut WWF-Indonesia sebagai lembaga nirlaba bersama IPB dan ICRAF yang berbasis konservasi ekosistem memiliki tanggung jawab moral dalam mengurangi dampak akibat kerusakan lingkungan global termasuk mitigasi dalam mengurangi penyebab perubahan iklim. Salah satu langkah yang akan dilakukan oleh WWF adalah dengan melakukan “Kegiatan Analisis Estimasi Nilai Carbon (ton/Ha) berdasarkan tipe tutupan lahan di Kabupaten Merauke”, kegiatan ini dimulai dengan melakukan penghitungan potensi karbon baik itu aboveground, belowground, soil maupun necromass di lapangan, melakukan analisis terhadap tipe tutupan lahan di lapangan, mengekstrapolasi nilai carbon tingkat plot menjadi nilai carbon berdasarkan tipe tutupan lahan yang diperoleh.

Adapun hasil laporan pengukuran stock carbon yang telah dilakukan :

1. Pengukuran hasil lapangan oleh ICRAF

  Carbon_stock_in_Merauke_Technical_report_by_ICRAF.pdf (9.4 MiB, 1,949 hits)

2. Pengukuran dan penggambaran sebaran stock carbon melalui Remote Sensing dan Sistem Penginderaan Jauh

  Laporan_Sebaran_potensi_carbon_di_Kab.Merauke_oleh_Lilik_Budi_Prasetyo_IPB_Compiled.pdf (1.7 MiB, 16,913 hits)

 

 

Dikontribusi oleh : WWF-Indonesia, ICRAF, Fakultas Kehutanan-IPB