Inception Workshop PPG-GEF RIMBA “Applying Green Economy’s Approach in RIMBA Corridor”

© WWF Indonesia

Pada tanggal 21 dan 22 November 2013 telah dilakukan kegiatan Inception Workshop di Hotel Amaroossa Jakarta yang melibatkan berbagai kalangan baik dari kalangan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Asosiasi Bisnis dan berbagai NGO. Workshop ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Project Preparation Grant (PPG) – Global Environment Facility (GEF) RIMBA. Sebelumnya juga sudah dilakukan Kick of Meeting PPG-GEF RIMBA di Dirjen Bina Pembangunan Daerah, Kementerian Dalam Negeri pada tanggal 21 Oktober 2013.

Tujuan Inception Workshop ini adalah :

  1. Memperkenalkan program dan menginformasikan semua mitra dan stakeholder
  2. Menyepakati proses persiapan program, rencana kerja, TOR, pencapaian program dan tanggung jawab
  3. Menyepakati kriteria untuk memilih kabupaten percontohan, desa dan lokasi demonstrasi
  4. Menyepakati pembentukan tim pengarah untuk multi-lembaga pokja RIMBA atau Komite Pengarah RIMBA
  5. Menyepakati strategi untuk pengelolaan pendanaan dan co-financing
  6. Menyepakati respon terhadap STAP dan mengomentari hasil review Dewan GEF
  7. Menyepakati setiap sub-kontrak dengan mitra RIMBA pada tugas-tugas perencanaan dan perancangan
Workshop ini dibuka langsung oleh Bapak Edi Sugiharto selaku Direktur FPRLH Dirjend Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri. Dalam pemaparannya beliau menyarankan bahwa pada tahap PPG 9 bulan ke depan, terkait dengan otonomi daerah – semua pihak terkait dapat menyampaikan program RIMBA ini ke pemerintah daerah bahwa program ini tidak akan bertentangan dengan kebijakan otonomi daerah. Selain itu beliau juga menyampaikan perlunya inventarisasai dan evaluasi mengenai perizinan di kawasan koridor RIMBA, dan perlu difikirkan solusi bagaimana mengatasi konflik dengan masyarakat yang bekerja di areal konsesi yang tidak sesuai dengan penunjukan penggunaan lahan dan perizinan.

Pada Inception Workshop dikemukakan tiga cluster di dalam koridor RIMBA yang akan diintervensi melalui proyek RIMBA :

 
Cluster I : Koridor Dharmasraya – Kuantan Singingi – Tebo

© WWF Indonesia

  • memiliki luasan area sekitar 87,000 hektar.
  • Memiliki konfigurasi lahan berupa dataran alluvial, sebagai daerah tangkapan air dari enam sungai : Batanghari, Hulu Indagiri, Pangkal Duri, Pengabuan, Betara, dan Lagan
  • Peran yang dimiliki sangat besar sebagai penyuplai air bagi kebutuhan irigasi pertanian dan industri
  • Area ini juga merupakan koridor penting bagi beberapa spesies : Siamang, Gajah Sumatera, dan Harimau Sumatera

 
 
 
 
 
 
Cluster II : Koridor Lahan Gambut Sepanjang Tanjung jabung Timur dan Muaro jambi

  • Memiliki luasan area sekitar 515,000 hektar
  • Area didominasi oleh ekosistem lahan gambut
  • Memilki peranan penting dalam stabilitas ketersediaan air dan cadangan karbon
  • Memiliki potensi untuk menyerap emisi karbon dan juga melindungi keanekaragaman hayati melalui restorasi lahan gambut dan hutan rawa

Cluster III : Ekosistem Hutan pada Dataran Tinggi Kerinci dan Merangin

  • Memiliki luasan area sekitar 408,000 hektar
  • Populasi penduduk pada area ini diperkirakan 142,000 jiwa
  • Perkembangan penduduk yang cukup pesat salah satunya dilatarbelakangi oleh ketersediaan sumber daya pada area ini
  • Potensi kedepan adalah pengelolaan hutan lestari untuk kesejahteraan masyarakat sekitar dan Pengembangan energi alternatif melalui mikrohidro
Kriteria-kriteria diatas didiskusikan pada workshop dan menghasilkan isu-isu yang terjadi pada cluster tersebut yaitu isu ekonomi, sosial dan lingkungan.

Pada workshop ini disepakati bahwa perlu untuk membentuk Komite Pengarah RIMBA. Mengenai struktur kelembagaannya selain dari pemerintah pusat diharapkan juga melibatkan swasta dan pemerintah daerah.

Mengenai strategi pendanaan dan co-financing diharapkan dapat bekerja sama dengan Kementerian Keuangan mengenai dana hibah. Selain itu melalui Bappenas diharapkan mendapat informasi terkait adminitrasi dana hibah.

Berikut link untuk download bahan presentasi dari kegiatan ini :