Implementasi Pendekatan Green Economy di Koridor RIMBA

© WWF Indonesia

Koridor RIMBA merupakan salah satu koridor ekosistem yang diamanatkan dalam Perpres No 13 Tentang Penataan Ruang Pulau Sumatera. Dengan dasar ini, melalui dana hibah dari GEF (Global Environment Facility), UNEP sebagai Implementing agency dan Kementerian Dalam Negeri sebagai executing agency didukung oleh Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Kehutanan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Barat, Jambi dan Riau serta WWF Indonesia sebagai management dan technical support bekerja sama dalam proyek dengan judul “Strengthening forest and ecosystem connectivity in RIMBA landscape of central Sumatera through investing in natural capital, biodiversity conservation, and land-based emission reduction(‘RIMBA project’).

Pada pertemuan Dewan Pemerintahan United Nations Environment Programme (UNEP) di Nairobi (20/21/22 February) terdapat banyak diskusi mengenai makna dari “green economy” yang kemudian melahirkan sembilan prinsip dari Green Economy, yaitu2 : Continue reading

Sistem Pemantauan Penutupan Lahan Pulau dan Wilayah : Pemanfaatan Teknologi Penginderaan Jauh – MODIS

Dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan tata ruang yang berkelanjutan sesuai dengan Undang-undang No. 26 tahun 2007 diperlukan suatu langkah untuk menghindari kehilangan hutan yang terus terjadi dengan diawali kegiatan pemantauan di kawasan hutan maupun di luar kawasan hutan.
Teknologi satelit dipilih untuk kegiatan pemantauan penutupan lahan dikarenakan kegiatan ini memerlukan data dan informasi hutan secara berkala, luas dan cepat . Satelit MODIS (Moderate Resolution imaging spectroradiometer) merupakan salah satu teknologi penginderaan jauh yang tepat dalam kegiatan pemantauan kondisi penutupan lahan atau kondisi hutan untuk skala pulau. Continue reading