Laporan Pemetaan Tutupan Lahan Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu Provinsi Kalimantan Timur 2013

© usgs

Laporan ini bertujuan untuk mendapatkan data aktivitas lengkap dari tahun 1990, 2000, 2009 dan 2013 yang merupakan bagian dari perhitungan dinamika perubahan tutupan lahan untuk membuat Reference Level (RL) menggunakan metode stock difference.

Dari penafsiran citra landsat tahun 1990, 2000, 2009 dan 2013, diperoleh 39 kelas tutupan lahan yang dibagi ke dalam tiga kelas utama, yaitu: Vegestasi alami, Vegetasi Budaya, dan Non Vegetasi. Dari analisa yang telah dilakukan, laju degradasi Dryland forest rather closed canopy (111a) selama periode 2009 hingga 2013 berubah menjadi Dryland forest medium open canopy (111b) sebesar 0.76% dan dari Dryland forest rather closed canopy (111a) menjadi Dryland forest very open canopy (111c) sebesar 0.02%. Dryland forest medium open canopy (111b) menjadi Dryland forest very open canopy (111c) adalah sebesar 1.01%. Terlihat tidak banyak degradasi hutan yang terjadi karena makin sedikitnya aktifitas HPH di daerah ini.

Untuk laporan secara lengkap dapat didownload di sini:

Pemetaan Partisipatif Petuanan Kataloka

© WWF Indonesia

WWF Indonesia mulai masuk di Negeri Kataloka sejak tahun 2011, ditandai dengan adanya kesepakatan melakukan konservasi laut. Wilayah konservasi laut berada di Pulau Koon, yang secara administratif Negeri masuk dusun Grogos dan secara kepemilikan Negeri adat merupakan bagian wilayah Negeri Kataloka.

Perairan Pulau Koon memang istimewa, karena terumbu karangnya beraneka ragam. Habitat yang optimal ini menjadikan sering ada segerombolan ikan dalam jumlah yang sangat banyak berkumpul untuk melakukan pemijahan, membentuk parade yang sangat fantastik. Studi WWF Indonesia menunjukkan kawasan perairan Koon merupakan salah satu habitat penting dan terbesar untuk pemijahan ikan karang bernilai ekonomi tinggi di Indonesia bagian timur. Kondisi ini menjadikan Habitat perairan di Pulau Koon perlu dilestarikan. Continue reading

Pemanfaatan UAV (Unmanned Aerial Vehicle)

© WWF Indonesia

Pesawat Nir-Awak atau Pesawat Terbang Tanpa Awak atau disingkat PTTA, atau dalam bahasa Inggris disebut UAV (Unmanned Aerial Vehicle) atau sering disebut juga sebagai Drone, adalah sebuah mesin terbang yang berfungsi dengan kendali jarak jauh oleh pilot atau mampu mengendalikan dirinya sendiri. Penggunaan terbesar dari pesawat tanpa awak ini adalah dibidang militer. Namun saat ini penggunaan drone sudah meluas untuk keperluan sipil (non militer) seperti pemetaan untuk berbagai bidang aplikasi, monitoring, inspection, banjir dan pemadam kebakaran. Continue reading

Pemetaan, Pengukuran dan Perhitungan Karbon di Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Dharmasraya dan Kabupaten Tebo

Indonesia berkomitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 26 persen pada tahun 2020 dalam upaya mencegah perubahan iklim. Salah satu penyebab perubahan iklim dari sisi lingkungan adalah pembukaan hutan yang menyebabkan deforestasi dan degradasi hutan. Untuk sektor berbasis lahan, khususnya hutan pada umumnya GRK yang menjadi fokus adalah karbon. Continue reading

Inception Workshop PPG-GEF RIMBA “Applying Green Economy’s Approach in RIMBA Corridor”

© WWF Indonesia

Pada tanggal 21 dan 22 November 2013 telah dilakukan kegiatan Inception Workshop di Hotel Amaroossa Jakarta yang melibatkan berbagai kalangan baik dari kalangan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Asosiasi Bisnis dan berbagai NGO. Workshop ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Project Preparation Grant (PPG) – Global Environment Facility (GEF) RIMBA. Sebelumnya juga sudah dilakukan Kick of Meeting PPG-GEF RIMBA di Dirjen Bina Pembangunan Daerah, Kementerian Dalam Negeri pada tanggal 21 Oktober 2013. Continue reading